Belajar Melepaskan!
Kamu mengenalkan namamu, uluran tanganmudan suara lembutmu berlalu tanpa pernah ku ingat2. Awalnya semua berjalansederhana, kita bercnda, tertawa dan kita membicarakan hal2 manis walaupunsgala perckapan itu hanya tercipta melalui pesan singkat-sms.
Perhatian ygmengalir darimu kala itu hanya ku anggap sebagai hal yg tak perlu di maknaidengan luar biasa. Kehadiran mu membawa perasaan lain. Hal berbeda yg kamutawarkan padaku turut membuka mata dan hatiku dgan lebar.Aku tak sadar bahwakedatangsn mu memberi perasaan aneh.
Ada yg hilang jika sehari saja kamu takmenyapaku melalui sms. Setiap hari ada saja topik menarik yg kita bicarakan. Akubergejolak dan mulai menaruh harapan. Apakah kau sudah menganggap aku sebagiwanita spesial meski kita tak memiliki status dan kejelasan?? Senyumku mengambangdalam diam, segalanya tetap berjalan begitu saja, tanpa ku sadari bahwa cintamulai menyeretku ke arah yg mungkin saja tak ku inginkan.
Saat bertemu, kita tak pernah bicarabanyak. Hanya sesekali menatap dan tersenyum penuh arti. Ketika di sms, kitabegitu bersemangat, aku bisa merasakan semangat itu melalui tulisanmu. Sungguh akumasih tak percaya segalanya bisa berjalan secepat dan sekuat ini. Aku terusmeyakini diriku sendiri, bahwa ini bukan cinta. Ini hanya ketertarikan sesaatkarna aku merasakan sesuatu yg baru dalam hadirmu. Aku berusaha mempercayaibahwa perhatianmu, candaanmu, dan caramu mengungkapkan pikiranmu adalah dasarnyata pertemanan kita. Ya sebatas teman, aku tak berhak mengharapkan sesuatu yglebih.
Aku tak pernah inginmengingat kenangan sendirian. Aku juga tak igin merasakan sakit sendirian, tapinyatanya...
Perasaan ku tumbuhsemakin pesat, bahkan tak lagi terkendali. Siapakah yg bisa mengendalikanperasaan ? siapakah yg bisa menebak perasaan cinta bisa jatuh pada orang ygtepat ataupun salah? Aku tidak sepandai dan secerdas itu. Aku hanya manusiabiasa yg meraskan kenyamanan dan hadirmu. Aku hanya wanita yg takut kehilanganseseorang YG TAK PERNAH AKU MILIKI.
Salahku memang jikameengartikan tindakanmu sebagai cinta, tapi aku juga tak salah bukan jikaberharap bahwa kamu juga punya perasaan yg sama? Kamu sudah meenjadi sebab tawadan senyumku, Aku sangat mempercayai mu! Dan itulah KEBODOHAN yg aku sesali.
Ternyata kekuatankuterjawab sudah, kamu menjauhiku tanpa alasan yg jelas. Kamu pergi tanpa ucapanpisah dan pamit. Aku terpukul dengan keputusan yg tak kau sampaikan padaku,tapi, pantaskah aku marah? Aku tak pernah jadi siapa2 bagimu, mungkin aku HANYAPERSINGGAHAN, bukan tujuan.
Aku tak punya hak untukmeminta mu kembali.Masih adakah yg perlu kupaksakan jika bagimu aku tak pernahjadi tujuan? Tidak munafik, aku merasa kehilangan, dulu aku terbiasa dengancandaan dan perhatian kecilmu, namun segalanya tiba2 hilang menguap bagai asaprokok yg hilang di telan gelapny malam. Sesungguhnyaa ini juga salahku ygbertahan dalam diam meskipun aku punya perasan yg lebih dalam dan kuat.
Ini bukan salahmu. Tapi tak mungkin matamu terlalu buta dan hatimu terlalu cacat untuk tahu bahwa aku mencintaimu. Aku harus belajar takpeduli. Aku harus belajar memaafkan, juga merelakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar